Tampilkan postingan dengan label Berita Technology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Technology. Tampilkan semua postingan

Tanggapi isu penyadapan oleh Australia, Indosat klaim aman

Written By Fika Ridaul Maulayya on Minggu, 08 Maret 2015 | 18.30

Menanggapi isu penyadapan yang dilakukan oleh Australia terhadap jaringan Indosat, manajemen Indosat akhirnya turut buka suara.

Dikatakan oleh CEO Indosat, Alexander Rusli, Indosat memiliki audit atas sistem keamanan jaringannya. Sistem tersebut juga sudah berstandar internasional, yakni ISO 27001 dan ISO 31000.
Kami mempunyai manajemen tata laksana kebijakan dan pengendalian operasional dalam bentuk penerapan sistem manajemen standard ISO 27001 (Information Security Management) dan ISO 31000 (Risk Management) yang juga menyangkut audit keamanan sistem jaringan. Indosat juga mematuhi ketentuan lawful interception sesuai ketentuan dan Indosat menyatakan dengan tegas tidak memiliki kerjasama dengan pihak asing yang bertujuan untuk melakukan penyadapan, ujar Rusli dalam keterangannya Jumat (06/03).

Lebih lanjut, Rusli menjelaskan bahwa sistem Indosat adalah jaringan publik yang menggunakan standar seperti yang ditentukan oleh pemerintah. Dan satu-satunya tindakan penyadapan yang diizinkan adalah yang dilakukan oleh lembaga resmi negara berdasarkan aturan hukum yang berlaku.
Sesuai dengan UU No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, Indosat hanya menyediakan fasilitas penyadapan kepada Aparat Penegak Hukum.

Tidak hanya itu, seluruh perangkat Indosat telah memiliki sertifikat dari Kementerian Kominfo sesuai PM No. 29 Tahun 2008 tentang Sertifikasi Alat dan Perangkat Telekomunikasi dan sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa keamanan jaringan Indosat sudah berstandar internasional sesuai ISO 27001.

Bahkan, Indosat memiliki standar audit yang meliputi penerapan security control, business process, kepatuhan terhadap kebijakan serta pengujian teknis terhadap kerentanan jaringan, sehingga keamanan jaringan tetap terpelihara.

Dalam hal ini, Indosat secara tegas menyatakan bahwa tidak ada kerjasama penyadapan dengan pihak luar terutama dengan pihak asing karena jelas hal tersebut melanggar Undang-undang yang berlaku serta merugikan kepentingan negara dan bangsa Indonesia sendiri.


sumber : http://www.merdeka.com/teknologi/tanggapi-isu-penyadapan-australia-indosat-klaim-aman.html
18.30 | 0 komentar | Read More

Pengertian Hacking, Carding, Cracking

Written By Fika Ridaul Maulayya on Selasa, 02 Desember 2014 | 21.50


Hacking adalah kegiatan menerobos program komputer milik orang/pihak lain. Hacker adalah orang yang gemar ngoprek komputer, memiliki keahlian membuat dan membaca program tertentu, dan terobsesi mengamati keamanan (security)-nya. Hacker memiliki wajah ganda; ada yang budiman ada yang pencoleng. Hacker Budiman memberi tahu kepada programer yang komputernya diterobos, akan adanya kelemahan-kelemahan pada program yang dibuat, sehingga bisa “bocor”, agar segera diperbaiki. Sedangkan, hacker pencoleng, menerobos program orang lain untuk merusak dan mencuri datanya.Banyak sekali definisi mengenai Hacking itu sendiri. Dari suatu aktifitas penyusupan ke sebuah sistem komputer atau jaringan dengan tujuan untuk merusak sistem tersebut, menerobos program komputer milik orang, ngutak atik sesuatu, memecahkan masalah software maupun hardware, mengakses server kemudian mengacak-acak website yang ada di server itu, dan masih banyak lagi. Sebenarnya Hacking itu apasih? Jawaban saya hanya satu, Hacking adalah suatu seni, Hacking is an art. Seni seperti apa? ya seni seperi Hacking. Ilmu Hacking itu wajib anda pelajari, seperti apa dan bagaimana Hacking itu tergantung dari pola pikir anda sendiri. Hacking bisa jadi kegiatan gelap bisa juga kegiatan putih, tau sendirikan maksudnya..? Anda bisa belajar dari internet, buku, atau dari masternya. Dengan begitu anda akan tau bagaimana kita mengantisipasi suatu Hacking yang dilakukan orang lain terhadap kita

Carding adalah berbelanja menggunakan nomor dan identitas kartu kredit orang lain, yang diperoleh secara ilegal, biasanya dengan mencuri data di internet. Sebutan pelakunya adalah Carder. Sebutan lain untuk kejahatan jenis ini adalah cyberfroud alias penipuan di dunia maya. Menurut riset Clear Commerce Inc, perusahaan teknologi informasi yang berbasis di Texas – AS , Indonesia memiliki carder terbanyak kedua di dunia setelah Ukrania. Sebanyak 20 persen transaksi melalui internet dari Indonesia adalah hasil carding. Akibatnya, banyak situs belanja online yang memblokir IP atau internet protocol (alamat komputer internet) asal Indonesia. Kalau kita belanja online, formulir pembelian online shop tidak mencantumkan nama negara Indonesia. Artinya konsumen Indonesia tidak diperbolehkan belanja di situs itu. Menurut pengamatan ICT Watch, lembaga yang mengamati dunia internet di Indonesia, para carder kini beroperasi semakin jauh, dengan melakukan penipuan melalui ruang-ruang chatting di mIRC. Caranya para carder menawarkan barang-barang seolah-olah hasil carding-nya dengan harga murah di channel. Misalnya, laptop dijual seharga Rp 1.000.000. Setelah ada yang berminat, carder meminta pembeli mengirim uang ke rekeningnya. Uang didapat, tapi barang tak pernah dikirimkan.

Cracking adalah hacking untuk tujuan jahat. Sebutan untuk cracker adalah hacker bertopi hitam (black hat hacker). Berbeda dengan carder yang hanya mengintip kartu kredit, cracker mengintip simpanan para nasabah di berbagai bank atau pusat data sensitif lainnya untuk keuntungan diri sendiri. Meski sama-sama menerobos keamanan komputer orang lain, hacker lebih fokus pada prosesnya. Sedangkan cracker lebih fokus untuk menikmati hasilnya.
21.50 | 0 komentar | Read More

Komputer pertama ternyata dibuat 2264 tahun silam


Sebuah kalender mekanik kuno yang diklaim sebagai komputer pertama di dunia, Antikythera Mechanism, ternyata mempunyai umur jauh lebih tua dibanding penemuan peneliti sebelumnya.
Berdasarkan penelitian terbaru yang dilakukan oleh ilmuwan Argentina, sistem prediksi kalender gerhana yang terdapat di Antikythera ternyata merekam gerhana yang terjadi pada tanggal 12 Mei tahun 205 BC atau 2264 tahun lalu, Daily Mail (28/11). Padahal menurut sistem penanggalan karbon yang pernah dilakukan sebelumnya, umur dari Antikythera adalah 2164 tahun.

Peneliti yang berasal dari Universitas Quilmes juga menjelaskan bila kalender mekanik itu menggunakan sistem perhitungan aritmatika bangsa Babilonia, bukannya sistem trigonometri milik bangsa Yunani yang dinyatakan sebelumnya. Sehingga dipastikan bila umurnya jauh lebih tua dari teknologi bangsa Yunani.

Dugaan awal yang salah itu muncul karena Antikythera sendiri ditemukan di sebuah reruntuhan kapal kargo Romawi di sekitar daerah Yunani. Apalagi, pada tahun 2008 kalender itu diklaim pernah dipakai untuk merekam kejadian-kejadian penting seperti Olimpiade kuno Yunani.
Kalender Antikythera dianggap sebagai komputer tertua di dunia karena mempunyai sistem pengoperasian otomatis berbasis matematika seperti sebuah komputer. Hal itu terlihat dari bagian dalam Antikythera yang tersusun atas 40 gir dan roda yang dapat menghitung pergerakan dari matahari untuk penanggalan.

Di bagian depan dari kalender mekanik itu terdapat tampilan yang menunjukkan 12 zodiak Yunani dan kalender Mesir. Sementara di bagian belakang ada dua lempeng lain yang memperlihatkan informasi pergerakan bulan dan gerhana.
Hebatnya, Antikythera dapat digunakan untuk melacak pergerakan planet-planet lain di tata surya kita, misalnya Mekurius, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus.


sumber : http://www.merdeka.com/teknologi/komputer-pertama-ternyata-dibuat-2264-tahun-silam.html

21.36 | 0 komentar | Read More

Hacking besar-besaran Sony dilancarkan oleh Korea Utara?



 Beberapa hari yang lalu, salah satu departemen penting Sony, Sony Pictures, telah diretas oleh sebuah grup hacker dengan nama #GOP (Guardian of Peace). Kali ini investigasi terkait kasus 'hacking' yang dilakukan oleh perusahaan Jepang itu mengarah ke Korea Utara.

Seperti yang dilansir oleh Re/code (28/11), Sony Pictures tengah meneliti kemungkinan keterlibatan hacker Korea Utara dalam kasus peretasan yang menimpa perusahaannya. Menariknya, alasan keterlibatan Korea Utara diduga akibat sebuah film komedi baru milik Sony Pictures yang bernama 'The Interview'.

Film The Interview memang menceritakan tentang dua jurnalis yang merupakan suruhan badan intelijen Amerika, CIA, untuk membunuh Presiden Korea Utara Kim Jong-Un. Sebelumnya, memang pernah muncul ancaman dari Korea Utara terhadap Amerika dan beberapa negara lain bila film itu dirilis oleh Sony Pictures.

Kabar yang disampaikan oleh sumber dekat Sony Pictures itu juga mengatakan kemungkinan si hacker Korea Utara yang mengaku bernama #GOP itu kini tengah berada di China untuk melancarkan aksinya. Namun, sumber tersebut juga mengatakan bila keterkaitan hacker #GOP dengan Korea Utara belum bisa dipastikan secara jelas.

Sony Pictures dituntut untuk segera menyelesaikan kasus hacking #GOP. Sebab, grup hacker tersebut memang mengancam untuk menyebarkan data yang telah mereka curi dari Sony ke publik. Data-data yang diklaim berisi password-password penting dan informasi keuangan Sony Pictures itu juga diisukan sudah mulai tersebar di Reddit pada hari Rabu lalu.


sumber : http://www.merdeka.com/teknologi/hacking-besar-besaran-sony-dilancarkan-oleh-korea-utara.html
21.26 | 0 komentar | Read More

Gara-gara hacker #GOP? 5 Film baru Sony beredar di dunia maya


Anda masih ingat tentang kasus hacking yang menimpa Sony minggu lalu? Kini salah satu kasus hacking terbesar itu telah memasuki babak baru.

Seperti yang dilansir oleh The Next Web (30/11), beberapa film unggulan Sony yang akan meluncur tahun depan atau tahun ini telah dibocorkan ke dunia maya. Tidak tanggung-tanggung film-film unggulan tersebut adalah calon film box office seperti 'Fury', 'Annie', 'Mr. Tunner', 'Still Alice', dan 'To Write Love on Her Arms'.

Versi screening DVD dari film-film tersebut sudah muncul di beberapa situs berbagi film di internet. Menurut Excipio, film bergenre action yang paling ditunggu-tunggu kehadirannya tahun ini, Fury pun sudah diunduh sekitar 1,2 juta kali sejak kemarin. Padahal film yang dibintangi oleh Brad Pitt tersebut belum muncul di bioskop global per 30 November.

Banyak pihak menilai bila aksi pembocoran film itu adalah langkah lanjutan dari para hacker dari grup Guardian of Peace atau #GOP. Terdapat kemungkinan bila negosiasi dan tindakan yang dilakukan oleh Sony Pictures untuk menyelesaikan kasus hacking tersebut belum menemui titik terang.

Pihak Sony pun secara tegas menyatakan bila hal yang dilakukan oleh hacker #GOP sudah menjadi kasus kriminal.
"Pencurian terhadap konten-konten yang ada di Sony Pictures adalah tindak kriminal, dan kami tengah berupaya untuk mengatasi hal itu dengan pendekatan hukum," ujar juru bicara Sony.


sumber : http://www.merdeka.com/teknologi/gara-gara-hacker-gop-5-film-baru-sony-beredar-di-dunia-maya.html
21.23 | 0 komentar | Read More

Amerika akan dilanda serangan hacker besar-besaran?

 
Aksi peretasan Sony Pictures oleh hacker #GOP tidak hanya menggegerkan jagad Hollywood saja namun negara Amerika secara keseluruhan. Bahkan, serangan itu dianggap sebagai awal bencana hacking yang akan melanda Amerika.

"Aksi hacking yang menimpa Hollywood (Sony Pictures) hanyalah awal cyber attack skala besar yang ditujukan pada perusahaan di tanah Amerika," tulis FBI dalam laporannya.
Amerika memang diklaim menjadi sasaran terbaru cyber attack setelah dua kawasan lainnya, yaitu Asia dan Timur Tengah.

Menurut Gizmodo (01/12), FBI menyatakan bila perusahaan-perusahaan besar Amerika harus terus waspada terhadap kemungkinan aksi hacker skala besar yang akan menimpa mereka, termasuk kelahiran virus-virus baru yang dapat membuat hacker melancarkan cyber attack masif.
Saking bahayanya, para pengamat memprediksi bila virus-virus yang akan disebar oleh hacker dapat merusak data atau mengambil alih data yang ada di hard disk serta mencegah sebuah komputer untuk booting. Dengan begitu, para hacker bisa terus mengambil data dari komputer yang menjadi targetnya.

FBI pun akhirnya menyarankan bagi perusahaan yang menerima serangan cyber attack untuk segera menghubungi mereka agar tindakan awal terbaik bisa segera diambil. Hal ini juga dapat membantu FBI mencegah terjadinya kerusakan sistem lanjutan yang dapat menyebar ke seluruh jaringan server Amerika.

"FBI secara rutin menasihati perusahaan swasta akan bahaya berbagai macam ancaman dunia maya yang kami temukan saat investigasi. Kami juga memberikan data untuk mereka agar sistem jaringan perusahaannya bisa lebih mengenal ancaman yang mungkin muncul," ujar salah satu juru bicara FBI.


sumber : http://www.merdeka.com/teknologi/amerika-akan-dilanda-serangan-hacker-besar-besaran.html
21.11 | 0 komentar | Read More